Headlines News :
Home » » DuaDampak Pemekaran Kecamatan Dalam Meningkatkan Pelayanan Publik.

DuaDampak Pemekaran Kecamatan Dalam Meningkatkan Pelayanan Publik.


(Suatu Studi diKecamatan Paal DuaDampak Pemekaran Kecamatan Dalam Meningkatkan Pelayanan Publik Kota Manado)
Oleh :
Altris Sepang
ABSTRAKSI
Kecamatan Paal Dua merupakan kecamatan yang baru di resmikan pada tanggal 17 agustus
2012, ses
uai dengan
Peraturan Daerah kota Manado Nomor 2 Tahun 2012 tentang Perubahan atas
Perda Nomor 5 Tahun 2000 tentang pemekaran kelurahan dan Kecamatan dikota Manado.
Pemekaran ini dianggap penting karena sebelum dimekarkan kecamatan tikala memiliki 12
kelurahan dengan
jumlah aparatur kecamatan yang tidak sebanding dengan jumlah masyarakat,
sehingga tidak seimbangnya proses administrasi yang terjadi, jadi pemekaran ini di anggap menjadi
solusi dalam meningkatkan pelayanan publik.
Dari 5 dimensi pelayanan
(SERVQUAL)
dap
at penulis simpulkan bahwa pelayanan yang
diberikan sudah berjalan dengan baik, seper
ti kecepatan aparatur dalam pen
gurusan administrasi
yang tidak berbelit
-
belit, keterbukaan layanan kepada masyarakat sudah baik, ramahnya pelayanan
yang diberikan kepada m
asyarakat, dan rasa empati yang kuat dapat dirasakan oleh
masyarakat.
Selain itu Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2008 tentang Kecamatan, kecamatan
tikala telah memenuhi syarat
-
syarat untuk dimekarkan, yaitu syarat administratif, syarat fisik, syarat
te
knis. Di samping itu juga Undang
-
Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2009 Tentang
Pelayanan Publik
yang
diharapkan mampu menjadi acuan
bagi aparatur pemerintah di kecamatan
Paal Dua dalam melakukan
pelayanan publik kepada masyarakat.
Lewat
Pemekaran
,
p
elayanan
publik di kantor camat
Paal Dua
men
jadi semakin baik
, pelayanan
yang diberikan pegawai sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat
.
Sehingga pemekaran
mampu membawa dampak positif dalam proses penyelenggaraan pelayanan publik di kecamatan
Paal Dua.
Kata Kunci : Dampak Pemekaran, Pelayanan Publik
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pembukaan Undang
Undang Dasar 1945 pun secara tegas menyatakan bahwa salah satu
tujuan didirikan Negara Republik Indonesia adalah untuk memajuhkan kesejahteraan publik dan
mencerdaskan kehidupan bangsa oleh sebab itu telah dikeluarkan Undang
Undang Rep
ublik
Indonesia Nomor 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik yang
diharapkan mampu menjadi acuan
penyelenggaraan Pelayanan Publik kepada masyarakat, karena dalam Undang
Undang Republik
Indonesia Nomor 25 Tahun 2009 telah dijalaskan secara jelas mengenai pedoman penyelenggaraan
pelayanan
publik yang baik, yang meliputi
-
Standar Pelayanan
-
Maklumat Pelayanan
-
Sistem Informasi Pelayanan Publik
-
Pengelolaan Sarana dan Prasaran Publik
-
Pelayanan Khusus
-
Biaya dan Tarif Pelayanan Publik
-
Perilaku Pelaksana dalam Pelayanan
-
Pengawasan Penyelenggaraa Pelayanan Publik
-
Pengelolaan pengad
uan
-
Penilain Kerja
Semua itu telah dijelaskan untuk bertujuan memberikan pelayanan yang baik, guna lebih
meni
n
gkatkan pelayanan yang bermutu bagi masyarakat.
Kecamatan merupakan ujung tombak dari pemerintah
, khususnya pemerintah daerah yang
secara langsu
ng
memberikan pelayanan kepada masyarakat, Kecamatan Paal Dua merupakan hasil
pemekaran dari kecamatan tikala, yang salah satu tujuan dimekarakan untuk memberikan pelayanan
yang maksimal kepada masyarakat.
Sesuai Dengan Peraturan Daerah Kota Manado Nomo
r 2 Tahun 2012 Tentang Perubahan atas
Perda Nomor 5 Tahun 2000 Tentang Pemekaran Kelurahan dan Kecamatan
d
i
Kota Manado,
pemekaran ini diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih maksimal,
Pemekaran ini
dianggap penting karena luas wilayah dan jumlah
penduduk yang mencakup kecamatan tersebut
terlalu besar, wilayah kecamatan Tikala sebelum dimekarkan memiliki 12 kelurahan, dan setelah
dimekarkan kecamatan Tikala menjadi 5 kelurahan dan Kecamatan Paal Dua memiliki 7 kelurahan,
Selain itu menurut Peratura
n Pemerintah Nomor 19 Tahun 2008 Tentang Kecamatan, kecamatan
Tikala telah memenuhi syarat
syarat,
Pemekaran Kecamatan Paal 2 diharapkan mampu memperkecil ruang lingkup pelayanan
kepada masyarakat dan meningkatkan kualitas layanan, sehingga masyarakat
lebih mudah untuk
mendapatkan pelayanan yang baik. Sebelum adanya pemekaran, masyarakat belum mendapatkan
pelayanan yang maksimal, hal ini ditandai dengan waktu layanan yang cukup lama, biaya yang tak
sedikit dan kinerja aparatur yang sering mempersulit m
ayarakat, seperti datang terlamat dan bolos
pada jam kerja.
Oleh karena itu pemekaran diharapkan mampu memudahkan masyarakat untuk mendapatkan
pelayanan yang semakin efektif dan efisien, yaitu masyarakat bisa mendapatkan pelayanan tanpa
membuang waktu dan
biaya yang banyak, untuk mencapai hasil yang maksimal
Dari Penjelasan diatas membuat penulis termotivasi untuk mengangkat dan meneliti sebuah
judul yakni
“Dampak Pemekaran Kecamatan dalam Meningkatkan Pelayanan Publik” Suatu
Studi di Kecamatan Paal 2 Kota
Manado.
Rumusan Masalah
Bagaimana Dampak pemekaran kecamatan dalam meningkatkan pelayanan publik di paal 2 Kota
Manado?
Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.
Untuk mengetahui kinerja aparatur Kecamatan Terhadap pelayanan
Kepada masyarakat
setelah dimekarkan
2.
Untuk mengetahui bagai mana proses penyelenggaraan pelayaan publik di Kecamatan Paal
2, Pasca dimekaran.
Manfaat Penelitian
1.
Dapat memberikan saran/rekomendasi bagi Pemerintah Kecamatan Paal 2 dalam
meningkatkan kuali
tas pelayanan publik kepada masyarakat diwilayah kecamatan Paal 2;
2.
Memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan pada umumnya dan ilmu
pemerintahan pada khususnya;
3.
Mengembangkan cakrawala berpikir penulis dan menerapkan hasil pendidikan yang d
i
peroleh di kampus Universitas Sam Ratulangi, Manado.
TINJAUAN PUSTAKA
Dimensi
Dimensi Pelayanan Publik
Dimensi
Kualitas Pelayanan
(SERVQUAL) oleh Parasur
aman
(1998) dibagi menjadi lima
dimensi SERVQUAL diantaranya adalah :
1.
Tangibles
(bukti fisik)
yaitu kemampuan suatu perusahaan dalam menunjukkan
eksistensinya kepada pihak eksternal.
2.
Reliability
(kehandalan)
yaitu kemampuan perusahaan untuk memberikan pelayanan sesuai
yang dijanjikan secara akurat dan terpercaya.
3.
Responsiveness
(ketanggapan)
yaitu kemauan untuk membantu dan memberikan pelayanan
yang cepat (
responsif
) dan tepat kepada pelanggan, dengan penyam
paian informasi yang
jelas.
4.
Assurance
(jaminan dan kepastian)
yaitu pengetahuan, kesopansantunan, dan kemampuan
para pegawai
5.
Emphaty
(empati)
yaitu memberikan perhatian yang tulus dan brsifat individual atau pribadi
yang diberikan kepada para pelanggan
dengan berupaya memahami keinginan konsumen.
METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Tipe penelitian adalah deskriptif kualitatif bertujuan untuk memberikaan gambaran atau
penjelasan secara sistematis, faktual dan akurat tentang tugas pelaksanaan upaya
pemerintah
kecamatan dalam pelayanan publik di kecamatan Paal 2 Kota Manado.
Fokus Penelitian
Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses penyelengaraan pelayanan publik
di kecamatan paal 2
Kota Manado
, apakah Pelayanan yang diberikan kepada Masyarakat semakin
baik, dan untuk melihat kinerja dari Aparatur kecamatan, apakah telah sesuai dengan standar
menurut Undang
Undang Republik Indonesia No 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.
Teknik Pengumpula
n Data
1.
Data primer adalah data yang diperoleh dengan melakukan penelitian langsung terhadap
objek penelitian dengan teknik pengumpulan data sebagai berikut:
a.
Mengadakan interview atau wawancara terhadap sejumlah pegawai kecamatan dan
anggota masyarakat.
b.
Pen
gamatan langsung terhadap objek penelitian (observasi)
2.
Data sekunder adalah data yang diperoleh melalui media yang sifatnya melengkapi data
primer, seperti literatur, jurnal ilmiah, koran, dan majalah yang erat kaitanya dengan
penelitian ini.
Informan Pen
elitian
Sampel secara sederhana diartikan sebagai bagian dari objek penelitian yang dipilih dan dianggap
mewakili keseluruhan populasi yang menjadi sumber data yang di teliti (Sumanto 1990:39).
informan diambil dari Lurah, Perangkat Kelurahan, Tokoh Masya
rakat, Tokoh Agama dan
Masyarakat yang ada di kecamatan Paal 2.
Lurah dan perangkat kelurahan
:
7 orang
Tokoh masyarakat
:
3 orang
Tokoh agama
:
4 orang
Masyarakat
:
10 orang
Teknis Analisis data
Data yang didapatkan di lapangan akan
di analisis secara kualitatif. Analisa kualitatif digunakan
untuk menggambarkan dampak dari pemekaran kecamatan terhadap pelayanan publik di
kecamatan Paal 2 kota manado.
ORIENTASI WILAYAH
Sejarah Singkat Terbentuknya Kecamatan Paal Dua
Kecamatan Paal D
ua merupakan salah satu dari 11 (sebelas) Kecamatan di Kota Manado
setelah dimekarkan, dan dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Kota Manado Nomor 15
Tahun 2000 tentang Pembentukan Organisasi Kecamatan Kota Manado.
Untuk mendapatkan gambaran umum secara
jelas maka dapat diuraikan kronologis
Kecamatan Paal Dua sebagai berikut :
1.
Tahun 1958 s/d 1989 disebut Kecamatan Manado Tengah, sebagai salah satu dari tiga
Kecamatan di daerah tingkat II Kotamadya Manado.
2.
Tahun 1989 s/d 2001 di sebut Kecamatan Wenang
sebagai hasil pemekaran dari tiga
Kecamatan di daerah tingkat II Kotamadya Manado menjadi lima Kecamatan dimana
pada waktu itu Kecamatan Wenang meliputi 19 Kelurahan.
3.
Tahun 2001 diadakan pemekaran kecamatan di kota Manado dari lima Kecamatan
menjadi sembil
an kecamatan, sehingga Kecamatan Wenang dimekarkan menjadi
Kecamatan Wenang dan Kecamatan Tikala. Sebagai hasil pemekaran tersebut maka
Kecamatan Tikala meliputi 12 Kelurahan .
4.
Tahun 2012 diadakan pemekaran kecamatan di kota manado dari Sembilan kecamatan
menjadi sebelas kecamatan, sehingga kecamatan Tikala dimekarkan menjadi Kecamatan
Share this article :
Telepon Nirkabel

Artikel Populer

Berita Video

Kontentar Terakhir

 
Support : STAN MALANG | GIDI | KINGMI PAPUA
Proudly Powered by LA PAGO Blogger Community
Copyright © 2015. BAHAN-BAHAN TEOLOGI DAN MATERI-MATERI UMUM - All Rights Reserved